B INDONESIA
link google drive :
https://drive.google.com/file/d/1I0yJj52JCggS3OcaLv7wY7T8Zwy5V3_c/view?usp=sharing
PPJ-KU ISTIMEWA
Pengumuman penting pada tanggal 16 Maret 2020 adalah pengumuman yang sangat disukai hampir seluruh pelajar di Indonesia, pengumuman libur selama 14 hari dikarenakan Virus Corona sudah masuk ke Tanah Air Indonesia. Namun pengumuman itu tidak berhenti dengan 14 hari libur saja, pada tanggal 29 Maret 2020 karena penyebaran virus semakin meluas pemerintah RI mengumumkan bahwa libur diperpanjang hingga 29 Mei 2020 dan lagi-lagi diperpanjang dikarenakan keadaan yang semakin parah, perpanjangan libur kali ini hinggal tanggal berapakah tidak disebutkan pemerintah. Bahkan hingga sekarang, 1 Februari 2021 hampir genap 1 tahun libur sekolah karena pandemic belum ada akhirnya. Awal libur yang disambut kebahagiaan para pelajar, lambat laun menjadi penantian, kapankah libur ini berakhir?
Walaupun sedang dilanda pandemic besar kata belajar tidak boleh berhenti, pemerintah menghimbau untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar dari rumah. Sontak guru harus memutar haluannya untuk membuat ide bagaimana cara melakukan kegiatan belajar-mengajar tanpa harus bertatapan secara langsung dengan siswa, yang kini dikenal dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
Namun tidak semua sekolah, guru/karyawan, murid dan orang tua siap untuk melakukan PJJ ini. Dan PJJ di beberapa daerah juga mulai berjalan dengan tidak efektif, dikarenakan penerapan PJJ yang sudah berjalan terlalu lama, pendampingan orang tua yang kurang, suasana yang monoton yang berujung siswa menjadi bosan dan jenuh yang dapat menyebabkan siswa tidak dapat memahami materi pembelajaran. Yang paling menyedihkannya adalah daerah pelosok yang jaringan internetnya masih kurang terjangkau serta sarana dan prasarana yang kurang memadai membuat PJJ ini semakin terhambat.
Jarang sekali penerapan system PJJ yang berjalan dengan efektif dimasa pandemic corona yang sedang melanda dunia. Kondisi seperti ini adalah tantangan besar bagi guru, guru harus kreatif dan inovatif. Guru harus menemukan seribu cara agar murid Indonesia tetap belajar. Jika semua terjalin dengan baik, maka pembelajaran bisa kondusif.
Namun betapa beruntungnya saya selaku siswa SMPN 1 Kediri. Dimana setiap hari saya masih bisa bertatapan dengan guru serta teman-teman yang saya rindukan. Kami menggunakan system pembelajaran secara daring melalui beragam aplikasi pembelajaran daring seperti ZOOM, Google Meet, Google Classroom, Edmodo, Quizizz, Kahoot, dan kami juga memanfaatkan media sosial seperti YouTube dan Instagram sebagai prasarana ibadah pagi dan olahraga bersama
Dalam kegiatan pembelajaran secara daring beberapa kegiatan rutin sebagai pelajar juga sedikit berubah. Jika biasanya saya bangun pukul 05.00 a.m lalu kemudian mandi dan bersiap untuk sekolah, kini saya dapat lebih santai, dengan bangun pukul 05.00 a.m kemudian mandi dan bermain sejenak baru kemudian saya akan mengikuti KBM. Ada juga minusnya, PJJ ini terkadang membuat saya menjadi anak yang malas untuk mandi dan suka menunda-nunda pekerjaan sekolah yang diberikan oleh guru.
Suka dan duka dalam KBM jarak jauh pastinya ada dan berbeda-beda tiap siswa. Jadwal pembelajaran bisa lebih santai namun tetap efektif, kalau lapar ataupun haus bisa langsung ambil di dapur dengan gratis, bila lelah bisa langsung berbaring di kasur, orang tua juga bisa mendampingi serta mengawasi anaknya saat sekolah itulah beberapa suka yang bisa saya sampaikan yang sebenarnya masih banyak lagi. Untuk duka yang saya rasa adalah stress yang datang ketika banyak tugas menumpuk dan tidak ada teman yang mendampingi untuk menyelesaikan masalah bersama, penurunan tingkat kepahaman terhadap materi, mata yang pedih karena terlalu lama terkena radiasi layar computer maupun handphone, jaringan internet yang terkadang error yang menghambat kegiatan PJJ, mungkin itu beberapa duka saya dalam menjalani PJJ ini.
Walau ada beberapa duka dan keluh kesah, saya tetap bersyukur kepada Tuhan YME karena SMPN 1 Kediri satu-satunya sekolah yang tetap melakukan KBM secara daring dengan efektif.
Harapan saya terhadap pandemic corona yang melanda seluruh dunia pendidikan ini semoga segera usai segera kembali ke dunia pendidikan yang normal. Sehingga siswa-siswa dapat bertemu kembali dengan teman-temannya serta guru-gurunya di sekolah, dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan lagi dengan normal dan sebagai mana mestinya. Dan untuk seluruh pelajar dari semua daerah di Indonesia kalian harus rajin dan semangat untuk belajar supaya bisa menemukan solusi bagaimana cara penyelesaian masalah-masalah seperti ini yang mungkin akan datang kapanpun itu.