PJJ-KU ISTIMEWA
March 19, 2021
link google drive :
https://drive.google.com/file/d/1I0yJj52JCggS3OcaLv7wY7T8Zwy5V3_c/view?usp=sharing
Pengumuman penting pada tanggal 16 Maret 2020 adalah
pengumuman yang sangat disukai hampir seluruh pelajar di Indonesia, pengumuman
libur selama 14 hari dikarenakan Virus Corona sudah masuk ke Tanah Air
Indonesia. Namun pengumuman itu tidak berhenti dengan 14 hari libur saja, pada
tanggal 29 Maret 2020 karena penyebaran virus semakin meluas pemerintah RI
mengumumkan bahwa libur diperpanjang hingga 29 Mei 2020 dan lagi-lagi
diperpanjang dikarenakan keadaan yang semakin parah, perpanjangan libur kali
ini hinggal tanggal berapakah tidak disebutkan pemerintah. Bahkan hingga
sekarang, 1 Februari 2021 hampir genap 1 tahun libur sekolah karena pandemic
belum ada akhirnya. Awal libur yang disambut kebahagiaan para pelajar, lambat
laun menjadi penantian, kapankah libur ini berakhir?
Walaupun sedang dilanda pandemic besar kata belajar
tidak boleh berhenti, pemerintah menghimbau untuk melakukan kegiatan
belajar-mengajar dari rumah. Sontak guru harus memutar haluannya untuk membuat
ide bagaimana cara melakukan kegiatan belajar-mengajar tanpa harus bertatapan
secara langsung dengan siswa, yang kini dikenal dengan PJJ (Pembelajaran Jarak
Jauh).
Namun tidak semua sekolah, guru/karyawan, murid dan
orang tua siap untuk melakukan PJJ ini. Dan PJJ di beberapa daerah juga mulai
berjalan dengan tidak efektif, dikarenakan penerapan PJJ yang sudah berjalan
terlalu lama, pendampingan orang tua yang kurang, suasana yang monoton yang
berujung siswa menjadi bosan dan jenuh yang dapat menyebabkan siswa tidak dapat
memahami materi pembelajaran. Yang paling menyedihkannya adalah daerah pelosok
yang jaringan internetnya masih kurang terjangkau serta sarana dan prasarana
yang kurang memadai membuat PJJ ini semakin terhambat.
Jarang
sekali penerapan system PJJ yang berjalan dengan efektif dimasa pandemic corona
yang sedang melanda dunia. Kondisi seperti ini
adalah tantangan besar bagi guru, guru harus kreatif dan inovatif. Guru harus
menemukan seribu cara agar murid Indonesia tetap belajar. Jika semua terjalin
dengan baik, maka pembelajaran bisa kondusif.
Namun
betapa beruntungnya saya selaku siswa SMPN 1 Kediri. Dimana setiap hari saya
masih bisa bertatapan dengan guru serta teman-teman yang saya rindukan. Kami
menggunakan system pembelajaran secara daring melalui beragam aplikasi
pembelajaran daring seperti ZOOM, Google Meet, Google Classroom, Edmodo,
Quizizz, Kahoot, dan kami juga memanfaatkan media sosial seperti YouTube dan
Instagram sebagai prasarana ibadah pagi dan olahraga bersama
Dalam kegiatan pembelajaran secara daring beberapa
kegiatan rutin sebagai pelajar juga sedikit berubah. Jika biasanya saya bangun
pukul 05.00 a.m lalu kemudian mandi dan bersiap untuk sekolah, kini saya dapat
lebih santai, dengan bangun pukul 05.00 a.m kemudian mandi dan bermain sejenak baru
kemudian saya akan mengikuti KBM. Ada juga minusnya, PJJ ini terkadang membuat
saya menjadi anak yang malas untuk mandi dan suka menunda-nunda pekerjaan
sekolah yang diberikan oleh guru.
Suka dan duka dalam KBM jarak jauh pastinya ada dan
berbeda-beda tiap siswa. Jadwal pembelajaran bisa lebih santai namun tetap
efektif, kalau lapar ataupun haus bisa langsung ambil di dapur dengan gratis,
bila lelah bisa langsung berbaring di kasur, orang tua juga bisa mendampingi
serta mengawasi anaknya saat sekolah itulah beberapa suka yang bisa saya
sampaikan yang sebenarnya masih banyak lagi. Untuk duka yang saya rasa adalah stress
yang datang ketika banyak tugas menumpuk dan tidak ada teman yang mendampingi
untuk menyelesaikan masalah bersama, penurunan tingkat kepahaman terhadap
materi, mata yang pedih karena terlalu lama terkena radiasi layar computer
maupun handphone, jaringan internet yang terkadang error yang menghambat
kegiatan PJJ, mungkin itu beberapa duka saya dalam menjalani PJJ ini.
Walau ada beberapa duka dan keluh kesah, saya tetap
bersyukur kepada Tuhan YME karena SMPN 1 Kediri satu-satunya sekolah yang tetap
melakukan KBM secara daring dengan efektif.
Harapan saya terhadap pandemic corona yang melanda
seluruh dunia pendidikan ini semoga segera usai segera kembali ke dunia
pendidikan yang normal. Sehingga siswa-siswa dapat bertemu kembali dengan
teman-temannya serta guru-gurunya di sekolah, dan kegiatan pembelajaran dapat
berjalan lagi dengan normal dan sebagai mana mestinya. Dan untuk seluruh
pelajar dari semua daerah di Indonesia kalian harus rajin dan semangat untuk
belajar supaya bisa menemukan solusi bagaimana cara penyelesaian
masalah-masalah seperti ini yang mungkin akan datang kapanpun itu.
0 komentar